Sepanjang saya menJalani kehidupan saya until today,saya sering mempertanyakan diri saya sendiri.
Dan saya makin sering gelisah.hubungan saya dengan org lain juga sering saya pertanyakan.
Sebelumnya saya meng anggap org lain sebagai teman kuliah,kenalan,atau org yang memerlukan pertolongan atau saya Perlukan pertolongan nya.
Perjalanan saya seperti gerak Mobil di jalan raya.
Ada lampu Merah saya berhenti,Ada lampu hijau saya berjalan,dan pada waktu mendekati penyebrangan saya mengurangi kecepatan.andaikata saya ketabrak saya lapor polisi,andaikata saya yang menabrak maka saya yang mengganti kerugian,dan andaikata mesin saya mogok saya harus bergerak ke pinggir kemudian berhenti.demikian seterusnya.
Sehari hari saya saling menyapa dengan beberapa orang, "halo, apa kabar ?" Kabar baik,terima kasih. Dan apa kabar sampean ?" Kadang kadang saling menyapa disambung sedikit omonngan mengenai cuaca,pertandingan sepak bola,kenaikan harga bensin dan seterusnya. Kalau ban saya bocor saya pergi ke tempat penambalan ban,kalau kameja saya kotor saya mencuci sendiri,dan kalau rambut saya panjang saya pergi ke tukang cukur,lalu cukur sambil omong omong sebentar,kemudian pergi. Kalau saya lihat anak jatuh saya dari sepeda saya menolongnnya,dan kalau saya melihat ada tabrakan saya menelpon polisi.
Itulah hidup saya. Saya merasa bahwa saya hanyalah sebuah gejala.tanpa yang lain saya tidak mempunyai arti, tidak mempunyai fungsi, dan tidak ada.
Dalam lalu lintas jalan raya saya hanya gejala pasif, dan berperan sebagai obyek. Saya tidak akan berjalan terlalu kencang, terlalu ke pinggir, atau melanggar lampu merah,karena saya tidak menginginkan adanya tabrakan. Sebaliknya kalau saya ditabrak saya tidak akan keluar dari mobil dan menggasak sopir yang menabrak saya,karena persoalannya akan jadi tambah ruwet,dan karena polisi sudah siap menyelesaikan tabrakan saya. Kesimpulan dari perumpamaan diatas,dalam hidup saya hanya menjalani kaidah kaidah formal. And maybe it's like ridiculous for me but not worst at all.
Saya percaya hidup di dunia ini bukanlah hidup yang seutuhnya karena kehidupan yang sebenar benar hidup adalah sesudah kehidupan kita di dunia berakhir.
Sekian dulu ya teman2. Sampai jumpa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar